Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-02 20:05:18【Tempat Makan】599 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(773)
Artikel Terkait
- Wamentan dorong sektor pertanian nasional pasok kebutuhan haji
- Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan
- Menteri PANRB pastikan pemerataan MBG hingga daerah terpencil
- Ini kata SPPG Meruya Selatan terkait asal menu beracun pada MBG
- Gempa bumi dangkal, magnitudo 4,4 terjadi di Tarakan Kaltara
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- Rekomendasi pola makan untuk jaga daya tahan hadapi cuaca ekstrem
- Kemen PKP sebut pelaku UMKM salon hingga bengkel bisa manfaatkan KPP
- Kasus ompreng MBG palsu, BGN tegaskan bahan harus stainless steel 304
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
Resep Populer
Rekomendasi

Kemendikdasmen: Pelaksanaan TKA di Papua lancar

SPPG Polda Maluku kawal mutu dan ketepatan distribusi MBG ke sekolah

BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III

Kapolda: 80 persen SPPG sudah terbentuk di Aceh, guna dukung MBG

Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis

Pemkab Manggarai Barat mendorong keamanan pangan dalam program MBG

Polda Kepri uji kualitas makanan bergizi gratis tiap hari

Mendagri: Beras peredam inflasi bukti kinerja positif seluruh pihak